Pelajaran Dari Brunai

Brunai Darussalam, namanya tertulis dalam Al-Qur’an dalam surat Yunus : 25 yang berbunyi “Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunujuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (islam).”, Negara ini diproklamasikan tanggal 1 Januari 1984, tetapi selalu merayakan hari kebangsaannya setiap tanggal 23 Februari. Walau negeri ini berada di bawah kekuasaan Inggris selama 65 tahun, tapi rakyat Brunai tidak pernah mau menyebut dirinya diajajah.

23 Tahun yang lalu, ketika menuju pergantian detik-detik dari 31 Desember 1983 ke 1 Januari 1984, ribuan rakyat berkumpul sejak magrib untuk merayakan hari kemerdekaannya. Tidak ada kata-kata pekikan “merdeka”, yang ada hanyalah gemuruh takbir “Allaahu Akbar ! Allaahu Akbar ! Allaahu Akbar !” di langit bumi yang baru lahir itu dari cengkraman Union Jack.

Tidak banyak negara yang memproklamasikan kemerdekaanya dengan meneriakan takbir 3 kali, yang dipimpin langsung oleh rajanya, kalaupun itu ada maka itu salah satunya negara Brunai Darussalam. Degara kecil Brunai ini sangat kaya akan minyak yang menurut beberapa pakar bahwa negara Brunai ini akan habis Sumber daya minyaknya beberapa tahun kemudian. Tapi dengan aqidah yang suci tidak pernah takut akan kehabisan sumber daya yang mereka miliki satu-satunya itu. Kita lihat Mekkah, dulu ketika nabi Ibrohim AS meniggalkan istri dan anaknya di lemah Baka yang tidak ada kehidupan di sana. Tapi dengan aqidah yang suci, maka Allah pemilik seluruh bumi ini, dijadikan negara itu Kaya raya dengan Mingak dan gasnya.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’rof 7 : 96)”

Iklan

4 pemikiran pada “Pelajaran Dari Brunai

  1. Agar indonesia dapat beriman dan bertaqwa, harus diperjuangan, tidak diam untuk menunggu.
    Mari kita mulai dari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita dan masyarakat kita.

  2. supono qa

    lha iyho to kang mbok yao kita belajar dari negri kecil ini, mari kita instropeksi dir, Indonesia ini terlanjur jauh salah melangkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s