Pendidikan harus Diutamakan

Savr Our NationSaya sedang mencoba untuk menjadi seorang pengamat pendidikan, walaupun bukan ahlinya, tapi ini merupakan unek-unek saya selama ini, dimana saya sering membaca referensi tentang pendidikan di Indonesia. Mudah-mudahan dapat mengusik hati kita, bagaimana keadaaan pendidikan di negara kita dan pentingnya ilmu adalah prioritas yang perlu di usung dari awal.

Berapa banyak orang Indonesia yang tidak bisa membaca? data terakhir dari Departemen Pendidikan Nasional menunjukan angka 12,88 juta orang (itu yang terdata bro…). Berarti 8,07 persen warga Indonesia masih buta huruf alias tidak bisa membaca, kecuali ngitung duit, pasti bisa.

Nah sekarang kita naikkan lagi, berapa orang jumlah penduduk Indonesia yang tak pernah mengenyam pendidikan dasar (SD)? jawabannya tentu lebih banyak dari itu, lalu kita naik lagi, berapa banyak penduduk Indonesia yang yang tidak mampu mengenyam pendidikan SMP, kemudian SMA, jawabannya tentu lebih banyak lagi. Walaupun pemerintah sudah mencanangkan program 9 tahun. Apalagi kalau kita tanya,berapa banyak penduduk Indonesia yang tidak mengenyam bangku kuliah? tentu lebih banyak lagi. Bersukurlah kita walaupun kita masih kuliah dengan IPK yang pas pasan (seperti daku he…).

Pendidikan sangatlah vital untuk masa depan anak, dimana pendidikan awal ada di lingkungan keluarga terutama ibu (terima kasih ibu…). Saya pernah mendengar sebuah hadist yang berbunyi, “…akan datang sebuah masa dimana seorang anak tidak hormat lagi kepada kedua orang tuanya,…”. Kita lihat jaman sekarang, dengan pergaulan yang “free”, pepatah orang tua dianggap kuno, ketinggalan jaman dll, didikan siapa itu?

Ketika keluar dari keluarga, masuk ke dunia pendidikan formal (katakanlah Sekolah Dasar). Hak pendidikan mulai terenggut oleh mahalnya biaya masuk sekolah, bayangkan di sebuah sekolah negeri di Tangerang Banten, setiap siswa baru SD dipungut biaya antara 1,5 juta sampai dengan 2 juta, walaupun pemerintah mencanangkan pendidikan gratis, alih2 biaya ini lah, itulah. Itu sekolah negeri yang sedikitnya di subsidi oleh pemerintah, bayangkan pungutan sekolah swasata, mungkin 2 kali lipat dari sekolah negeri (tar klo anak saya puluhan juta kayanya masuk SD aja). Nah itu baru SD, apalagi SMP kemudian SMA, kemudian bangku kuliah.

“Orang miskin dilarang sekolah”, “orang miskin di larang sakit”.
Kalau ditulis disini otak saya bisa2 keluar untuk ngebual masalah pendidikan di Indonesia. Sekarang adalah apa yang kita lakukan untuk dia yang kurang mampu? (anda bisa tulis di comment). Diantaranya adalah :

  • Tidak menghambur-hamburkan uang (materialistis), ingat, dalam rizki kita ada hak-hak fakir miskin, yang jika tidak di berikan maka mereka akan meminta di hari kemudian.
  • Patuhlah kepada orang tua, guru dan siapa saja yang menyeru kepada kebaikan dan memberikan ilmu yang mana akan menyelamatkan kita baik di dunia dan akhirat.
  • Selalu membaca, baca diri, baca lingkungan sekitar, baca yang semestinya dibaca.
  • Share your science (berbagi ilmu), kepada siapapun dan dimanapun.
  • Carilah ilmu untuk kepentingan semua orang, bukan kepentingan isi perut saja.
  • Berikan kontribusi Anda kepada mereka yang membutuhkan pendidikan dan layanan lainnya.
  • SAVE OUR NATION

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahun beberapa derajat”. (Q.S Al Mujaadilah : 11). Special terima kasih kepada orang yang paling aku cintai di dunia ini “IBU” yang mengajariku bagaimana cara memakai baju dengan baik, dan orang-orang yang care terhadap aku, berbagi ilmu, berbagi pengalaman dan berbagi makanan he he he…

Iklan

5 comments on “Pendidikan harus Diutamakan

  1. Well,berhubung masih nganggur dan belum ada kontribusi yang berarti untuk Negara, kayanya blog kaya gn dapat menjadi salah bentuk dari kontribusi saya kepada Negara.
    Soal pendidikan kalo dibicarain buat sakit hati, sama seperti bicara soal kesehatan.
    Alih2 semua alokasi dana pemerintah untuk fakir miskin, tapi kita sebagai rakyat jelata belum melihat realisasi yang baik dari pemerintah. Saya kaget baca bahwa sampe 8 % org Ind ga bs baca (saya pikir itu mitos), karena hal itu lucu banget. Mengingat setelah 50 tahun Ind Merdeka (thx to Soekarno-Hatta), Negara kita cukup maju, dapat dilihat dari gedung2 di Jkt dan kehidupan kota jakarta, gaya gengsi org2 pribumi yang ngalahin milyuner dari arab hehe..dgn rata2 pendapatan perkapita 2 jutaan, org2 kita selalu ngopi yang harga hampir 50.000 secangkir..belum lagi kalo liat mobil2 yang berkeliaran di jalan. Buat saya selalu mikir gmn cari duit sampe sebanyak itu (bs beli mobil sampe 3 milyar lebih).
    dan dengan keadaan seperti itu, maka saya jadi heran knp masih ada yang ga bs baca.
    Alokasi pemerintah untuk sekolah2 juga kaya ga diatur dengan bijak, karena guru2 dan sekolah pedalaman makin hancur..masih banyak kita liat dalam 1 sekolah hanya terdapat 1 guru, gila kan..gmn mau efektif???
    jadi lah karena pendidikan yang susah dan pas2an untuk rakyat, membuat rakyat menjadi “pinter” dan jadi mudah terprovokasi oleh pihak yang berkepentingan dengan imbalan yang sangat kecil (spt Rp.10.000-20.000), dengan uang segt, sang aktor intelektual, dapat mengerakan massa untuk kepentingannya..bukti dari hak tersebut adalah setiap terjadi demo, banyak rakyat ikut serta padahal mereka tidak mengerti sedang apa..malahan banyak yang ikut serta padahal mereka buka pihak yang dirugikan.
    Belum lagi dengan maraknya organisasi massa yang ada,yang mana dapat kita rasakan bahwa mereka sering meresahkan masyarakat karena prilakunya,itu juga salah satu bentuk kurangnya pendidikan untuk rakyat.
    Karena dengan mengenyam pendidikan yang tinggi, palng tidak kita punya cara berpikir yang baik dan benar dalam menjalankan hidup dan yang pasti ga gampang dibohongi (harusnya!!!!)..
    Banyak bentuk yang dapat dirancang oleh pemerintah yang dapat membuat rakyat indonesia 100% bersekolah sampaui jenjang yang layak dan siap pakai..
    Jika pada akhirnya rakyat Ind tercinta dapat mengenyam pendidikan yang baik, maka saya yakin kalau semua kekayaan yang dipunyai oleh Ind dapat dikelola sendiri dan penerapan alih teknologi juga makin di implementasikan..sehingga minya dan emas kita ga buat bule aja..

  2. # To Reza Mahastra :
    Mas panjang banget commentnya, he he, kalau tau panjang mah mending jadi posting atuh. (halah)
    Secara keseluruhan emang seperti itu faktanya, masyarakat sekarang sudah mulai condong ke hisdup yang materialistis dan akhirnya akan menjauhkan batas antara si kaya dan si miskin.
    Tunggu aja revolusi ke dua…. he

  3. Ping-balik: Pendidikan harus Diutamakan | rinatheng1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s