Cinta Kang Majnun

10103439.jpgTahukah anda kekuatan sebuah cinta? Sadarkah kita bagaimana cinta bisa menjelma menjadi energi yang tiada habisnya? Kang Qais, yang kemudian dikenal sebagai Kang Majnun, membuktikan itu semua.

Kang Qais mencintai Neng Laila sepenuh hati. Ketika orang tua Neng Laila menghalangi cinta mereka, Kang Qais bukannya mundur malah ia berubah menjadi Kang Majnun, pecinta yang tergila-gila pada Neng Laila sehingga hidupnya berubah total.

Hakim Nizhami, sufi agung yang menuliskan kisah ini, melukiskan bagaimana cinta tak mengenal lelah, bagaimana lapar dan dahaga tak dihiraukan oleh Kang Majnun, bagaimana energi cinta yang dihasilkan Kang Majnun mampu menundukkan segenap binatang buas di hutan tempat persembunyiannya.

Ketika datang rasa rindu, bibir Kang Majnun kering melantunkan tembang pujian dan syair kerinduan untuk Neng Laila, ketika pagar rumah orang tua Neng Laila menghalangi komunikasi mereka, Neng Laila menulis surat cinta di potongan kertas kecil lalu ia biarkan angin membawanya sampai ke Kang Majnun.

Ayah Kang Majnun mencoba memberikan alternatif untuk Kang Majnun. Dibuatlah pesta yang dihadiri segenap gadis cantik, namun bukanlah Kang Majnun kalau tak mampu bersikap loyal pada kekasihnya. Kang Majnun menampik semua tawaran itu.

Hakim Nizhami sebenarnya hanya menunjukkan bagaimana sikap seorang pecinta sejati kepada kekasihnya. Ketika Neng Laila dan Kang Majnun telah tiada, konon, seorang sufi bermimpi melihat Kang Majnun hadir dihadapan Tuhan. Tuhan membelai Kang Majnun dengan penuh kasih sayang seraya berkata, “Tidakkah engkau malu memanggil-manggi-Ku dengan nama Neng Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku?”

Seperti Kang Majnun yang mengeluarkan energi yang tiada habisnya, di bulan ramadhan ini kita pun belajar untuk menaikkan maqam cinta kita kepada Allah. Energi cinta yang kita pancarkan dibulan puasa seyogyanya mampu menundukkan nafsu buas di sekeliling kita.

Bibir kering dan perut lapar bukanlah alasan untuk menampik sebuah cinta ilahi. Dari tenggorokan yang kering justru keluar Bacaan Yang Mulia dan asma Kekasih Sejati kita, Allah swt. Ketika disekeliling kita banyak yang menyodorkan alternatif kebahagiaan, sebagaimana Kang Majnun menolak tawaran ayahnya, kita pun bersikap setia pada kebahagiaan yang dijanjikan Allah kelak.

Ketika banyak yang mencoba memagari cinta kita dengan “pagar duniawi”, seperti Neng Laila yang mengungkapkan isi hatinya lewat potongan kertas yg dibawa angin, kita ungkapkan cinta sejati kita di bulan Ramadhan ini ke seluruh penjuru angin. Gema kalam ilahi di mana-mana, gema takbir terus mengalun, gema cinta terus dibawa angin menembus dinding perkantoran, pasar swalayan, gedung sekolah, taman perkotaan, rumah makan dan pusat-pusat perbelanjaan. Pagar-pagar itu tak akan mampu menghalangi cinta kita.

Di bulan Ramadhan ini sudahkah kita ukur cinta kita pada Allah swt. Malukah kita bila Kang Majnun menegur kita, “sampai dimana pengorbananmu untuk Kekasih Sejatimu?” Bulan Ramadhan adalah media membuktikan cinta sejati itu, insya Allah!

From Nadirsyah, Modify by Kang Supono

Iklan

4 comments on “Cinta Kang Majnun

  1. seorang sufi bermimpi melihat Kang Majnun hadir dihadapan Tuhan.

    jadi inget aya orang ISLAM terdahulu bilang gini “Ga mungkin manusia bisa melihat Tuhan walaupun itu dalam mimpi pasti itu setan”

    tapi gara-gara cerita ini jadi rada lega buat ngebuktiin ma orang-orang ISLAM bahwa Tuhan bisa melakukan apa saja buat umatNya.

    Aku pernah bermimpi ketemu Tuhan … dan dari 100 orang-orang ISLAM terdahulu ga ada satupun yg percaya …

  2. Adakah cinta kepada seseorang yang seperti itu? Jawabannya “ADA”

    Akulah si gila Majnun!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s