Malam Mingguan di Sabuga ITB

Setelah lelah seharian ngengerjakan sesuatu, saatnya untuk relax sebentar dengan memanjakan diri, kebetulan sabtu malam minggu ini ada kegiatan pameran buku yang bertempat di Sabuga ITB, aku berangkat dari rumah kira-kira jam 19-an malam, singkat cerita udah sampai di tempat jam 19.30. Ternyata buku yang dipajang hanya sedikit dan mahal-mahal, untung pas mo pulang saya liat ada acara kontes/pertandingan sulap di aula sabuga ITB satu gedung dengan pameran buku tapi beda ruangan. Yang paling menarik buat saya adalah pengen liat secara langsung wajah pesulap Dedi Kobuzer yang kebetulan jadi juri.

Nah inilah segelumit cerita ketika saya nonton kontes/pertandingan sulap yang merupakan kali pertamanya saya melihat secara langsung trik-trik para pesulap nasional dan internasional (ada kontestan dari Jepan waktu itu). Saya engga menonton sampai akhir, cuma beberpa kontestan saja yang saya liat, ya kurang lebih ada lah 10 kontestan mah. Dari beberapa kontestan, ada yang sangat menarik buat saya diantaranya:

1. Tony dari Jakarta.
Dia memamerkan kecepatan tangan dengan alat bantu kartu remi dan koin. wah aku sampai heran, kok bisa seperti itu. Dalam hatiku berpikir, pasti orang tuanya bangga, he he… Semua penonton terpukau melihat screen tanpa mengedip sekalipun.

2. Abu dari Bandung.
Nah ini dia, yang membuat lucu adalah dia sampai tiga kali mengulangi kesalahan naik panggung, pertama microphone-nya ga nyala dan turun lagi, yang kedua pas naik panggung back soundnya lupa di nyalain, sampai-sampai juri ketawa, termasuk mas Deddy.

3. Rey dari Salatiga
Umurnya baru 19 tahun, tetapi udah lihai dan katanya dia menciptakan sebuah teknik sulat baru dengan nama “Real Magic”. Katanya juga dia keturunan kakeknya yang lahir pada tahun 1980-an, yang dulu belum disebut sulap, tetapi menyebutnya sihir. Nah kontestan ini yang paling banyak di cela ma mas Deddy karena banyak membual.

4. Roberto dari Tegal.
Wah orang ini bisa mengubah sapu tangan jadi bunga, kartu remi jadi tongkat, membakar kertas jadi sorban, dll. Kalau saya ketemu dia pengen request sapu tangan saya jadi uang dolar 1000 dolar aja cukup.

5. Steven dari Bandung
orang ini spesialis payung, dia bisa mengeluarkan 16 payung dari badannya. Mengubah bunga jadi payung, sapu tangan jadi payung, pokoknya manusia payung lah. sampai2 pas selesai aksi, panggung penuh dengan payung.

6. Joker dari Bandung
“Jelema gelo ieu mah” wong edan, penampilannya seperti orang gila dan kelakuannya pun seperti orang gila, rambut gimbal, baju kucel, badan kuleuheu, tapi kreatif banget, sampai2 mas Deddy memberikan nilai terbesar ke orang ini. Setiap gerakannya pasti penonton ketawa terpingkal-pingkal termasuk aku yang duduk dibarisan ujung sebelah kanan dari panggung.

Iklan
By Supono Posted in Diary

4 comments on “Malam Mingguan di Sabuga ITB

  1. wah….sama donk kita…..
    Saya juga berada di Sabuga waktu acara kompetisi sulap bandung itu….

    Wah sayang mas hari Minggunya ngga nonton ya?
    lebih seru dan lebih “ajaib-ajaib”

    Salam kenal…..

  2. # To suponi:
    Ini siapa yah, kok namanya mirip dengan daku, tapi daku tau siapa yang sering menguluarkan kata-kata ini he he… hayoh ngaku sebelum di tendang 😀

    # To novalanank:
    Engga juga mas, biasa-biasa aja ah, sama kok dengan kita. Dia makan nasi kita juga makan nasi, cuma beda rizkinya kale.

    # To jack de lab:
    Diaku sebelah mana yah, kok ga liat yah (so tau: mode on), hari minggunya ke sana, tapi lari pagi. Kalau ga salah mah acara API (Audisi Pelawak TPI). Iya ga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s