Dasar Web Development (bagian 1)

Ga tau kenapa saya pengen menulis tentang judul ini, mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi yang belum tau atau yang membaca artikel ini, bagi yang udah tau mudah-mudahan mengingatkan dan jika ada kesalahan mohon diluruskan.

Dalam pembangunannya website dibutuhkan beberapa pengetahuan/keterampilan standar sehingga website yang dihasilkan akan optimal baik dari segi waktu, biaya dan penampilan/layout. Tulisan ini sebagai dasar bagi pemula untuk berani memulai membangun website.

1. Niat.

Untuk membuat sebuah website yang berkualitas dan menjual harus ada niat (pasti).

2. Definisi layout dan pengumpulan bahan.

Nah di bagian ini kita bukan sudah niat lagi, tapi sudah menjurus ke aksi nyata. Definisi layout artinya merencanakan halaman web dan seluruh web. Dimulai dengan mengumpulkan seluruh data dan informasi kemudian hasil akhirnya adalah sebuah “sitemap”. Merancang tata letak (layout) halaman, biasanya dilakukan mendesain tata letak halaman depan dan kemudian halaman berikutnya. Dalam mendesain halaman ini beberapa komponen penting biasanya masuk adalah navigasi, content, rencana letak image, copyright (bagian footer), komponen website dan hal lain yang dianggap perlu. Untuk menggambarkan layout, biasanya menggunakan software Microsoft Visio.

Sesudah itu, setiap navigasi harus di deskripsikan isi atau contentnya, sesuai dengan bahan atau informasi yang kita dapatkan. Misalnya seperti di bawah ini :

3. Visualisasi Website

Setelah membuat skesta secara abstrak, selanjutnya kita akan mencurahkan ke kanvas secara nyata ke dalam software desain, keahlian yang mesti diperdalam adalah typografi (kemampuan memilih font yang tepat), tata letak halaman (menguasai kemampuan membagi ruang halaman), pewarnaan (menguasai konsep warna dan pemilihan warna berdasarkan warna perusahaan dan teori pencampuran warna). Sehingga menghasilkan visualisasi hasil desain yang menarik dan atraktif. Software pengolahnya yang sering digunakan dalam pembuatan desain website ini adalah Adobe Photoshop atau Macromedia Fireworks.

4. Bersambung ah biar rame,… (padahal mah mau mikir-mikir dulu he he…)

Iklan

6 comments on “Dasar Web Development (bagian 1)

  1. Mas!. Saya lg menghadapi sidang TA rencananya pengen buat situs E-Learning saya baru mengumpulkan bahan dan kini sudah lumayan banyak referensi, namun yg sulit memutuskan mau pake DFD apa pake UML dalam perancangan sistemnya, sedangkan saya hanya belajar pmrg prosedural blm belajar pmrg Objek.

    Apa bisa dengan UML kita menerapkan nya dgn pmrg prosedural misal PHP?

  2. # To didinsadidin:
    Kalau saya satu semester lagi TA nya he he…
    Menurut saya, dalam perancangan sistem apakah menggunakan DFD atau UML, mending pake yang udah paham atau model yang udah di pelajari UML atau DFD, karena kalau belajar lagi UML atau DFD akan memakan waktu dan pikiran.
    Penerapan UML dalam PHP, kan PHP juga mendukung OOP (PHP 5). Bisa kayanya.

  3. ya..saya setuju dgn kang supono,

    Happy Ied 1428H ya..
    #didin
    Klo seandainya menggunakan UML sebagai modelling tools, itu akan menjurus ke konsep OOP. So kenapa gak langsung apply UMLnya menggunakan PHP yang berbasis OOP.

    Pengalaman saya sih, paling tidak di aplikasi kita nantinya, setiap kelas yang kita definisikan di UML harus ada penerapannya di file class PHP yang kita buat..so ketika di “inspeksi” sama penguji tidak keluar dari konteks modellingnya.

    untuk referensi belajar konsep OOPnya PHP, mungkin bisa
    liat aplikasi2 di http://www.phpclasses.org

    K

  4. Makasih atas arahan Mas Supono & Mr.K semoga menjadikan masukkan positif buat saya, sekali lagi makasih banyak.

  5. Wah setuju nih, tapi kenapa ya buat saya logika UML yang buat sebagian orang mudah kok bagi saya jadi sulit, malah yang menurut kebanyakan orang bilanbg DFD itu susah buat saya lebih mudah logikanya…. padahal untuk konsep pemrograman OOP saya lumayan menguasai
    Sekarang di kampus ane (Widyatama…) lagi disarankan buat mahasiswa yang KP dan TA sekarang menggunakan UML, padahal sudah mendalami DFD abis-abisan… jadi gmn dunk…..

  6. Saya juga mengalami permasalahan serupa dengan mas didinsadidin. Saya juga lagi mengerjakan tugas akhir dan bingung dalam perancangan webnya apakah menggunakan DFD atau UML. Apakah ada saran tool apa yang enak dipakai ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s