Industri Seluler di Indonesia

Wah industri di bidang seluler memang menggiurkan, baik itu yang berkecimpung di service provider, operator seluler, mobile content, atau yang lainnya. Hingga tutup tahun 2007 saja, pengguna GSM saja mencapai kurang lebih 80 juta pelanggan, jauh di bawah CDMA yang hanya kurang lebih 15 juta pelanggan. Berarti itu masih sangat besar peluang di bidang industri seluler mengingat hingga kini belum mencapai setengah dari 250 juta penduduk Indonesia.

Memasuki tahun 2008, adalah tahun yang penuh berkah bagi para konsumen dan pelanggan seluler, diawali dengan maraknya ponsel CDMA yang murah meriah (dibawah 500 ribuan), persaingan tarif antar operator seluler, ditambah lagi dengan keluarnya aturan pemerintah yang menurukan tarif telepon. Menurut perkiraan potensi pasar CDMA tahun inidiprediksi akan naik dari 18 persen menjadi 26 persen. Benar juga pembelian ponsel CDMA bak kacang goreng.

Dengan semakin kompetitipnya persaingan industri seluler di Indonesia, terutama pada operatornya, berimbas pada perang tarif yang ditawarkan tiap operator, ada yang menawarkan diskon percakapan per jam, per menit, per detik bahkan gratong alias gratis, ada yang sistem paket sms, dan lainnya. Yang membuat miris, saya melihat para operator ini cenderung saling menjatuhkan dalam melakukan promosi baik itu media cetak atau elektronik.

Meraup keuntungan dari industri seluler ini, bukan hanya dinikmati oleh para operator, juga para content provider seperti sms berhadiah, sms hikmah, sms lucu, sms yang berbau JUDI yang semuanya menggrogoti pulsa kita. Di sisi mobile content, sekarang muncul perusahaan2 bahkan pribadi2 yang melirik untuk membuat aplikasi berbasis mobile phone baik itu game, sistem informasi, jasa dan lainnya.

Saya pengen nyoba juga masuk ke dunia seluler ini, tapi apa yang di banggakan, mau jadi bintang iklan operator/seluler ga mendukung bgt, bikin mobile content, cuma bisa : Output “Hallo World”; Ah jadi penikmat aja untuk sekarang ini mah.
Bravo Industri Seluler Indonesia

By Supono (red)

Iklan

8 pemikiran pada “Industri Seluler di Indonesia

  1. Teknologi never ending lah 🙂
    Mengiurkan bla bla…
    Apalagi jika masyarakat Indonesai udah pada melek teknologi wuihhh…. pasti lebih banjir lagi untuk kebutuhan teknologi2 yang lain

  2. kebayang ga kalo suatu bangsa maju dan disegani karena teknologi? atau malah rusak dan dibenci karena teknologi?
    yup, teknologi bisa membanggakan dan menyesatkan.. orang2 yang bergelut di bidang teknologi harus memiliki niatan yg lurus dalam memegang teknologi

  3. # To deni:
    Yups,

    # To Dion:
    Tergantung masyarakat nya mas, lihat aja negara. Liat aja negara Finlandia, dia bisa maju dengan NOKIA-nya.

  4. # To spypark.reborn:
    GSM on, CDMA on.
    Menurut pengamatan si saya, operator telekomunikasi CDMA diperkirakan akan mati jika perang tarif antar operator GSM terus bergulir, karena GSM kan jangkauannya lebih luas dari CDMA yang hanya lokal. Minimal akan ada merger antara CDMA dan GSM. Terus ruginya bagi si saya, jaringan jadi sibuk dan sering tulalit he…

    # To Freddy Hernawan:
    Tar saya usulkan Pak (halah…)

  5. yah…yah…
    justru mereka para operator menurunkan tarif, memang tarif pulsa pasca dan pra itu sebenarnya murah bgt dibanding negara lain. Mungkinkah infrastruktur di negara kita masih jelek?

    Dan kenapa sih, indonesia satu-satunya negara yang memberlakukan tarif GSM/CDMA dan telepon yang lumayan mahal. Bahkan, VOIP aja masih dijegal oleh pihak-pihak yang memonopoli bisnis telekomunikasi. Miris yah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s