Kembali ke Desa/Kampung

Bagi sebagian orang, dikatakan orang desa atau orang kampung adalah suatu “penghinaan”, baik itu dia benar-benar orang desa/kampung, ataupun orang kota. Berterima kasih lah kepada Tukul Arwana yang telah mempopulerkan bahasa “Wong Deso”nya sehingga lambat laun kata anak desa hanyalah sebagai gurauan saja.

Tahukah Anda, jaman sekarang adalah jamannya kembali ke desa/kampung?

Pada abad 21 ini muncul isu yang namanya pemanasan global, dimana suhu bumi meningkat dikarenakan salah satunya rumah kaca, maka para ahli berlomba-lomba membuat suatu prototipe rumah yang ramah lingkungan. Orang kota berlomba-lomba membuat penginapan yang kampungan, seperti pake bilik bambu, atap jerami, dll. Padahal di desa saya dulu, sangat banyak rumah-rumah yang menggunakan atap berlapis ijuk, atau dari daun ilalang, tanpa kaca, hanya bilik bambu dan jendela sebagai penutup rumah mereka, sekarnang mungkin sudah ga ada. Terima kasih kepada orang kota yang telah melestarikan gaya hidup orang kampung dengan membuat rumah-rumah kampungan.

Membahas tentang makanan, agar ramah lingkungan, bungkus makanan harus ramah lingkungan juga. Di negara maju sudah menggunakan bungkus yang anorganik. Orang tua saya masih menggunakan daun pisang atau daun jati (daerah jawa) sebagi alat bungkus makanan dari dulu. Di Indonesia, sekarang ini lagi trend yang namanya makanan sunda yang semuanya berbasis kampungan, dari mulai panoramanya yang kampungan sampai makananya pun.

Dari sisi kehidupan, orang kampung memiliki rasa toleransi, kerjasama dan kebersamaan yang sangat erat antar mereka. Bagaimana mereka saling bahu-membahu, tolong menolong tanpa pamrih antar sesama warga, mereka sangat terbuka, sehingga kehidupan mereka seolah-olah tidak ada masalah, sangat jarang orang prustasi, apalagi bunuh diri. kegiatan ini mungkin yang belum terlihat oleh orang kota, sehingga orang desa yang ke kota dan kembali ke desa/kampung, sebagian besar tercemari otaknya dengan kehidupan kota yang individualis, materialis, hedonis, atheis, spilis dan paham is lainnya. (Ga semua 1000:1 kok)

Desa atau kampung adalah aset yang berharga bagi bangsa. Anak-anak desa/kampung memiliki hasrat dan cita-cita sangat kuat (kudu nonton film laskar pelangi) walau fasilitas yang minim dibandingkan kota. Tak salah kalau pemerintah membuat program-program untuk memajukan dan mensejahterkan orang desa, seperti program “Pembangunan Pedesaan Mandiri”, “Kembali ke Desa, Membangun Desa”, “PNPM”, dll.

Cag ah pengalaman mudikna.
Siapa yang mau kembali ke desa/kampung ayo? disana udah ada internet loh sekarang.

Seandainya warga desa, kota, dan negeri ini beriman dan bertaqwa, pasti Kami anugerahkan kepada desa, kota, dan negeri tersebut berkah kemakmuran dari langit dan bumi“. (Al-A’rof 96)

Iklan
By Supono Posted in Diary

7 comments on “Kembali ke Desa/Kampung

  1. Keliru klau menganggap orang kota kampungan. Lha banyak kok pejabat, pengusaha yg sukses, pemilik pesantren, dll asalnya dari Desa (Ndeso).

    Aq tercengang yang lama ga mudik kang di Desa tetanggaku udah ada TV lokal.

    Mohon Maaf Lahir Bathin.

  2. # To firman:
    Saya mudik ke Garut Selatan, tepatnya di Kecamatan Pekenjeng. Orang kampung lah intina mah he he…

    # Didin:
    “Keliru klau menganggap orang kota kampungan”. Justru sekarang banyak orang kota yang mencari suasana kampung/kampungan. bagi mereka yang berasal dari kampung dan ke Kota, pasti mereka pengen merasakannya.

    # To rifa:
    Hidup lah

  3. paling tidak anak desa, memiliki tempat utk mudik dan memberikan representasi kesuksesannya kepada orang tuanya di desa, sebagai wujud berbakti kepada orang tua..dan terus berkarya…

    K

    Itu yang saya maksud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s