Kiat Mengobati ‘Mandul’ Produktivitas

Dalam tulisan ini kita akan mencoba mengetengahkan ke hadapan pembaca tentang faktor-faktor penyebab ke’mandulan’ dan bagaimana upaya kita mencegahnya dengan memberikan solusi kongkrit agar kita menjadi Manusia produktif yang selalu melahirkan karya-karya besar dan spektakuler. Baik karya-karya itu bisa dinikmati oleh orang banyak atau sekurang-kurangnya bisa bermanfaat bagi diri sendiri.

Untuk lebih mudah, ada dua perumpamaan yang diketengahkan pada Anda tentang diri kita. Diri kita ibarat wadah, apa yang kita masukkan ke dalamnya, itu juga nantinya yang akan keluar darinya. Diri kita juga ibarat lahan, apa yang kita tanam di atasnya kelak itu juga yang akan tumbuh darinya.

Menurut pengamatan penulis, ada beberapa faktor yang menjadi sebab ‘kemandulan’  menghasilkan karya-karya, diantaranya:

  1. Lemah keinginan
    Yang penulis maksud adalah kurang atau tidak adanya semangat dan keinginan yang sungguh-sungguh untuk sukses dan berhasil. Dengan kata lain lemah jiwa, lemah semangat, lemah motivasi atau lemah kemauan.
  2. Tidak punya skill dan potensi
    Atau tidak punya kemampuan. Karena, tidak pernah atau sangat jarang mengkonsumsi bacaan-bacaan bergizi untuk pertumbuhan, perkembangan  dan peningkatan otak dan diri, sehingga akal tidak berisi. Juga, karena tidak pernah melatih diri untuk menekuni suatu bidang dan keilmuwan tertentu. Pepatah bijak mengatakan,”Orang yang tidak punya apa-apa tidak  bisa memberi.”
  3. Gangguan kesehatan
    Hal ini karena kurang terpenuhinya hak-hak badan. Sehingga sering terkena sakit; sakit kepala, sakit mata, sakit perut, lesu dan kurang bergairah dalam menjalani hidup.
  4. Tidak mengenal diri
    Sehingga salah menempatkan diri. Potensi, semangat dan tenaga yang telah terkumpul menjadi terbuang karena melakukan perkara-perkara yang tidak menghasilkan kebaikan di kemudian hari.
  5. Kurang pandai mencari teman dan lingkungan bergaul
    Sehingga kehidupan yang dijalani tidak banyak memberi nilai manfaat dan kebaikan.
  6. Jauh dari Allah Subhanahu Wa Ta`ala
    Kalau seseorang jauh dari Allah Swt maka syetan dan hawa nafsu akan menjadi teman dekatnya yang akan selalu menggiringnya untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat.
  7. Lambat dan tidak memanfaatkan peluang atau kesempatan yang ada

Setelah kita mencoba menemukan penyebab ‘kemandulan’ dalam berkarya sekarang kita akan mencoba pula mengetengahkan obat penawar dan memberikan langkah-langkah pencegahan dari awal.

  1. Selalulah memotivasi diri
    Katakan pada diri Anda, “Saya bisa melakukannya”, “Saya bisa jadi orang hebat dan  pintar”. Katakanlah itu berulang kali pada diri Anda. Kata-kata motivasi yang selalu diulang-ulang akan memberi kekuatan maha dahsyat bagi diri Anda. Akan timbul rasa percaya diri, optimisme, keyakinan yang kuat dan semangat pantang menyerah. Kata-kata itu ibarat suplemen untuk pembangkit motivasi dan gairah hidup. Semakin sering Anda mengatakan pada diri Anda bahwa Anda bisa, maka Anda akan punya semangat hidup, Anda tidak akan pernah menyerah dan Anda akan selalu punya semangat setiap kali jatuh dan gagal.  Ya, katakanlah, “Saya bisa sukses”, katakanlah itu dengan penuh rasa yakin tanpa ada keraguan sedikitpun. Ulangilah kata-kata itu setiap hari, setiap waktu. Hal lain yang juga bisa Anda lakukan adalah, dengan selalu meminta nasehat, motivasi, cerita pengalaman hidup dari orang-orang sukses. Dan juga, dengan membaca perjalanan hidup manusia besar dan sukses dalam sejarah.
  2. Mengkonsumsi bacaan-bacaan dan segala apa yang didengar dan  dilihat dari hal-hal yang baik
    Tentunya segala hal yang akan semakin menyuburkan pertumbuhan dan perkembangan otak Anda. Anda harus banyak membaca buku. Jadikanlah  buku sahabat terbaik Anda dimanapun dan kapanpun Anda berada. Membaca akan memberi pengetahuan, info-info terbaru dan akan merangsang tumbuhnya bibit-bibit pemikiran, ide-ide dan inovasi. Semakin banyak Anda membaca akan semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki.  Pilihlah bacaan–bacaan yang bergizi, bernilai vitamin tinggi. Bacaan yang akan menyehatkan otak, menjaga kejernihannya dan meningkatkan kualitasnya. Hindari bacaan yang akan membuat akal Anda  sakit di kemudian hari dan bacaan yang berisi virus-virus berbahaya.  Kalau  Anda bijak dan tepat memilih bacaan maka di kemudian hari otak Anda akan berbobot, akan lahir darinya bibit-bibit ide brilian dan dahsyat. Sebaliknya, bila Anda sembarangan, tidak bijak memilih apa yang layak dan baik untuk dikonsumsi otak, kelak akan keluar juga darinya hama-hama yang merusak diri sendiri dan orang lain.
  3. Jagalah selalu kesehatan
    Berikan hak-hak setiap anggota tubuh. Tubuh yang sehat akan selalu bersemangat menjalani hidup. Kesehatan tidak didapatkan kecuali bila kita pandai merawat tubuh. Diantaranya dengan istirahat yang cukup, olahraga sesuai dengan hobi dan skill yang kita miliki atau sesuai dengan kemampuan. Disamping itu perhatikan apa yang dimakan dan diminum. Pastikan jelas kehalalan dan kebaikannya. Hindari makan dan minum yang berlebihan. Dan seimbangkan antara protein, karbohidrat, zat besi dan lainnya.  Sesuai dengan aktifitas yang biasa Anda lakukan.  Ketahuilah, “Akal yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat.”

    Selain itu, jagalah mata dari melihat segala sesuatu yang membuatnya kotor, dari melihat sesuatu yang menyimpan racun. Seperti memandang sesuatu  yang diharamkan oleh Allah Swt dan Rasul-Nya. Begitu juga apa yang kita dengar, pikirkan dan niatkan.

  4. Kenalilah diri
    Petuah bijak lebih kurang mengatakan, “Siapa yang tahu dirinya dia tidak akan binasa.” Orang yang tahu sisi lemah dan kekurangan akan insaf dengan dirinya. Ia bisa meletakkan dirinya pada posisi yang tepat. Bila kita memiliki potensi, skill, kemampuan dan berbagai kepintaran lainnya, kerahkanlah semua itu pada hal-hal yang akan memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

  5. Pilihlah teman dan lingkungan pergaulan Anda
    Jangan sembarang memasukkan diri dalam pergaulan dan jangan sembarang berteman. Carilah teman yang darinya kita bisa menimba ilmu dan kebaikan, yang bila kita dekat dengannya ilmu kita bertambah, semangat hidup kita semakin menggebu. Teman yang tidak segan menegur tatkala kita lupa dan lalai. Inilah sebaik teman dalam hidup. Petuah bijak mengatakan, “Pilihlah kawan sebelum berjalan.” Teman-teman yang baik ini ibarat dokter yang akan selalu memperhatikan kesehatan akal, hati, iman dan amal kita.
  6. Jagalah hubungan dengan Allah Swt
    Kalau hubungan kita dengan Allah Swt baik, Allah Swt akan memperbaiki hubungan kita dengan manusia. Orang yang dekat dengan Allah Swt selalu berada dalam perlindungan dan petunjuk Allah Swt. Hidupnya akan penuh keberkahan, keselamatan dan kedamaian.  Jalan hidupnya pun terarah, jelas target dan tujuan yang akan dicapai.  Tidak ada sebaik pelindung, tempat mengadu, tempat meminta dan tempat berharap selain Allah Swt. Makhluk tidak dapat memberikan manfaat dan mudharat kecuali atas izin dari-Nya. Kalau kita jauh dari Allah Swt atau Allah Swt membenci kita, (na`ûdzu billâhi mindzâlik) kepada siapakah lagi kita akan bergantung harapan, meminta perlindungan dan petunjuk  di dunia dan di akhirat?
  7. Sigap dan cepat bertindak
    Dunia terus berputar, waktu terus berjalan, persaingan dalam kehidupan akan terus terjadi. Orang-orang lambat dan tidak cepat akan ketinggalan dan tertindas di bawah.  Perluas hubungan dengan orang lain, perluas jaringan silaturahmi. Ini bertujuan agar kita tidak ketinggalan informasi.  Semakin luas jaringan dan link yang kita punya akan semakin besar kesempatan buat kita untuk mengakses informasi sebanyak-banyaknya. Sehingga dengan demikian kita bisa mengambil peluang dan kesempatan yang tepat sesuai dengan keinginan, kemampuan, skill, hobi, bakat dan bidang kita.

Apa yang penulis utarakan dalam tulisan sederhana ini masih jauh dari sempurna. Namun ini hanya sebuah upaya dan tawaran yang ingin saya berikan kepada sidang pembaca. Bisa jadi, tawaran ini memberi manfaat. Atau barangkali tulisan ini menjadi pembuka ide-ide Anda. Tulisan ini adalah hasil renungan saya dari fenomena yang saya lihat, dengar, dan rasakan di sekitar saya. Dan tentu jauh lebih baik jika Anda juga membaca buku-buku terkait pembahasan ini, seperti buku-buku motivasi, pengembangan diri, teknik mengatur waktu, seni bergaul, dan lain sebagainya.

Pada intinya, Manusia produktif adalah Manusia yang sehat jasmani dan rohani, akalnya berisi ilmu, hatinya dipenuhi dengan cinta pada Allah, cinta pada rasul-Nya dan cinta pada kebenaran serta kebaikan, semangat hidupnya selalu membara, dekat dengan Allah Swt, selalu tepat memilih lahan untuk bercocok tanam ide-idenya dan bijak memilih kawan.

Manusia produktif adalah Manusia yang selalu berusaha menjadikan ari-harinya bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya, waktunya tidak berlalu sia-sia. Dimanapun  dan kapanpun berada dia selalu bisa memberi kebaikan bagi dirinya dan manfaat untuk orang lain.

Dan manusia ‘mandul’ adalah manusia yang tidak bisa melahirkan karya apa-apa. Karena otak tidak berisi ilmu atau isinya kurang sehat. Lemah kemauan, salah pilih kawan, selalu ikut hawa nafsu dan syetan, dan  jauh dari Allah Swt.

Sumber dari: M. Arif As-Salman (Mesir), dimodifikasi oleh Supono.
Terima kasih untuk semua ilmunya (M. Arif As-Salman), walau hanya via chating (Yahoo Messanger). Mudah-mudahan suatu hari bisa kopi darat, saya ke Mesir atau kamu ke Indonesia :D.

Iklan

14 pemikiran pada “Kiat Mengobati ‘Mandul’ Produktivitas

  1. # To Wahyu:
    Terima kasih Gan (mana cendol na :D)
    Mudah-mudahan kita termasuk pribadi-pribadi yang selalu dalam track yang lurus, bersandar pada tiang yang benar, tegak, dan kokoh. Sehingga tujuan menjadi insan yang lebih baik akan tercapai menjadi insan kamil. Amin…

  2. y0rkez

    Nice info gan, mantabz artikel yg sangat2 bermanfaat seperti yg kita omongin tadi siang, saiah jd terharu atas kepeduliannya, thnx bro…
    Berharap kita bisa jadi lebih baik, amien…

  3. Ping-balik: | Padepokan Supono

  4. Makasih kiatnya amat berharga, semoga banyak orang-orang yang akan segera berhijrah dari mandul menuju produktivitas.

    Oh iya mas Supono mau tanya dikit nih, tepatnya mengenai poin nomer 7, jujur saya ini termasuk orang yang lamban dalam bertindak dan berpikir, kira2 apa mas solusinya? saya juga menyakini kalo hal ini dibiarin akan berdampak buruk untuk masa depan saya. makasih mas supono 🙂

  5. Saya juga masih belajar, tapi kuncinya adalah harus memaksakan diri. Misalnya ketika saya susah bangun subuh, maka hal yang pertama dilakukan adalah memaksakan diri untuk bangun subuh apapun itu caranya, sehingga akan jadi kebiasaan untuk selanjutnya.

    Dan yang pasti jangan putus asa, manusia adalah mahluk yang paling mulia. No more…

  6. joss…!!!
    nice post…
    semangat….semangat…semangat…!!!
    (lagi ‘mandul’ semangat nie dan akhirnya ‘mandul’ produktivitas juga)… “ide TA ga muncul-muncul ^_^”

    saat mulai jenuh dengan kuliah dan tugas, saat mulai jauh dari pergaulan (suka menyendiri dan diam), dan ke-‘mandul’-an pun datang.

    share dunk tips-tips yang dilakukan….

    ^_*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s