Ketika Harapan tak Kunjung Datang

Ketika Harapan Tak Kunjung Datang

Saya yakin setiap orang yang normal dan waras pasti punya harapan atau cita-cita atau keinginan, baik itu yang sifatnya harian atau jangka panjang. Seperti ingin menyelesaikan tugas akhir dengan tepat waktu, ingin menikah, ingin punya rumah dan banyak lagi harapan atau cita-cita atau keinginan yang lainnya. Tetapi terkadang harapan tersebut tak kunjung datang atau malah menjauh atau bahkan kenyataannya tidak sesuai dengan kenyataan.

Dalam kesempatan ini saya ingin menceritakan kembali perbincangan dengan teman lama saya (kalau baca, ga usah comment yah) yang menurut pandangan saya dia sudah hidup sesuai dengan harapan dia pada waktu menetapkan harapan atau cita-citanya, terlihat seperti dari sisi materi dia sudah mapan, dari sisi keluarga dia sudah membangun rumah tangga yang harmonis dan penuh dengan kebahagiaan. Karena begitu lama kita ga ketemu, banyak sekali percakapan dan cerita yang menceritakan perjalanan hidup kita masing-masing yang tidak bisa saya ceritakan lagi disini, terutama saya banyak sekali pertanyaan ke dia (belajar) dan salah satu pertanyaanya adalah “Bagaimana agar harapan atau cita-cita atau keinginan cepat tercapai?” Karena saya tau dia dulunya orang biasa, dari keluarga biasa dan berusahanya pun biasa aja, dan nilai waktu kuliahnya pun biasa aja (maaf teman ini kenyataan hehehe… tapi itu kan dulu).

Dari jawaban yang panjang lebar dan tinggi (kaya rumus balok aja), saya menyimpulkan beberapa poin dibawah ini.

  • Keyakinan akan harapan tersebut. Temen saya ini sekarang sudah (sedikit) agamis selalu membawa-bawa Allah dalam setiap perbincangannya, beda dengan dulu. Dia mengatakan “Bumi langit dan isinya milik Allah, minta saja sama Allah, ga ada yang ga mungkin bagi Allah mah, kun fayakun rumus Allah mah”. Menurut saya ini pernyataan sederhana, tetapi memiliki makna TAUHID yang sangat dalam, sebetulnya saya juga pernah mendengar atau baca kata-kata tersebut dari Ustad Yusuf Mansyur di TV, tapi kalau orangnya didepan kita terus bicara dengan keyakinan dan ada fakta, terasa meyakinkan ke saya.
  • Usaha yang optimal. Teman saya menjelaskan konsep waktu, yang kemudian menghitung berapa waktu dalam sehari dalam hidup kita yang digunakan untuk mencapai harapan atau cita-cita tersebut. Apakah banyak main, banyak tidur atau banyak waktu yang digunakan untuk mencapai cita-cita tersebut, setelah itu lihat kualitas usaha untuk mencapai cita-cita tersebut, apakah dengan serius, biasa saja atau bahkan asal-asalan. Tuliskan capaian-capainannya.
  • Jangan melakukan maksiat/berbuat dosa. Menurut temen saya ini adalah yang paling banyak menjadi penyebab harapan tak kunjung datang, kalaupun datang biasanya ga akan berkah katanya. Saya kemudian bertanya seperti apa penjelasannya? dia mengatakan bahwa logika sepert ini: ketika kita ingin membeli HP (HP adalah harapan), tentu kita akan nabung (usaha) sehingga setiap hari uang jajan kita sisipkan untuk membeli HP dikumudian hari kalau sudah terkumpul sesuai dengan harga HP. Nah sama seperti logika harapan, harapan adalah akumulasi tabungan amal yang akan dibayar oleh Allah, ketika kita melakukan dosa/maksiat maka secara tidak sadar kita membuat utang, semakin banyak utang maka semakin jauh untuk nabung, maka harapan pun semakin jauh. Banyaklah beramal agar cepat mencapai harapan, jangan banyak maksiat yang menambah utang.

Semoga semua harapan-harapan kita cepat tercapai. Amiiin…

@soepono

Iklan

2 pemikiran pada “Ketika Harapan tak Kunjung Datang

  1. Kawahyu

    Harapan itu ada dibagian akhir setelah kita melakukan usaha yang maksimal. Hasilnya, serahkan saja pada yang diatas Sang Maha Pemberi.. Saya justru berpikir, ber-Harap itu seperti kita meminta pamrih dari jerih payah yg sudah dilakukan.. maka saya lebih suka membiarkan mengalir begitu saja, apapun hasil yg didapat itu adalah konsekuensi dari hidup.. Begitu Loh De’ Pono

    Salam super pak, apa kabar 😀
    Sebagai manusia, saya ibadah berharap masuk surga (rido Allah) hehehe, berarti saya harus berusaha ibadah sebaik-baiknya. That’s just a share with my best friend.

    @soepono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s