Listrik yang Terus Melejit

Saran dan Ide

Melihat dunia per-listrik-an di Indonesia, terutama pembangkit listrik negara atau PLN memang lagi melejit, baik itu melejit dari segi pembenahan didalam yang terus menunjukan perbaikan dan disisi lain melejit dari terus naiknya tarif harga listrik. Di era teknologi informasi ini, listrik merupakan bahan dasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari hari, dari mulai memasak (untuk hidup) sampai dengan nonton TV (untuk hiburan), bahkan sekarang orang tidak lepas yang namanya Gadget (Smartphone, Tablet atau sejenisnya) yang semuanya itu membutuhkan energi listrik.

Pada kesempatan ini dan dengan media Blog ini, saya sedikit memberikan sumbangsih tulisan kepada siapa saja yang membaca tulisan ini. Dimulai dari pengalaman saya yang begitu tidak terpisahkan dengan yang namanya energi listrik ini, oh iya saya berasal dari sebuah kampung di daerah Garut Selatan bernama Desa Wanjungjaya kecamatan Pakenjeng, dimana waktu saya sekolah dasar (tahun 1992-an) masih memanfaatkan energi listrik dari pembangkit listrik bertenaga turbin di sebuah kali besar dengan memanfaatkan dinamo. Satu turbin hanya cukup untuk 2 atau tiga rumah saja (tergantung voltase dinamonya), kekurangnanya adalah kalau ada banjir terkadang turbin dan dinamo kita terbawa hanyut oleh air yang desar, terkadang juga sering dicuri karena tidak ada pengamanan khusus dan memang jauh dari rumah warga.

Diambil dari: http://bit.ly/1ysR7Sj

Ilustrasinya Pembangkir Listrik Turbin (Diambil dari: http://bit.ly/1ysR7Sj)

Baru tahun 1996-an desa kami menikmati yang namanya energi listrik dari PLN, dan baru bisa menikmati yang namanya es batu hehehe. Terima kasih PLN… Dari situ geliat masyarat mulai terlihat dari mulai menjual es, menjahit, dan menerima informasi melalui TV lebih mudah.

Dari sisi program pemerintah PLN sudah sukses dengan sampainya ke desa kami dan membuat desa dari gelap gulita menjadi terang menderang, tetapi tetap saja banyak sekali permasalahan yang muncul ternyata, dari mulai seringnya pemadaman sampai dengan lamanya untuk proses penyambungan sambungan baru (tapi sekarang sudah lebih baik mungkin). Saya yakin PLN tidak sampai disini melakukan pelayanan untuk masyarakat, orang-orang diatas sana pasti tiap hari bekerja siang malam untuk membuat negeri ini terang (saya sebut saja pak Dahlan Iskan). Bahkan baru-baru ini saya mendengar seorang ilmuan dari padang yang 14 tahun di Jepang dang sudah mempunyai 14 hak paten internasional kembali ke Indonesia untuk memajukan salah satunya dunia per-listrik-an di Indonesia dengan membangun Taman Listrik Tenaga Angin (TLTA), saya yakin masih banyak orang Indonesia di luar sana yang cerdas-cerdas untuk bisa bergadung untuk memajukan Indonesia.

Kisah Ricky Elson ini memberikan inspirasi bagi saya untuk menyampaikan ide kepada PLN, bahwa kita seharusnya bisa lebih maju dari negara lain dalam hal pe-listik-an, karena kita punya sumber daya yang melimpah ruah, tinggal cari saja Ricky Elson – Ricky Elson yang lain yang komintmen untuk memajukan Indonesaia dalam hal energi.

  1. Kita adalah negara kepulauan, dimana hampir setiap wilayah mempunyai area laut dan ini menjadi peluang untuk membangun energi bertenaga listrik, dimana Jepang sudah dulu memanfaatnyanya dengan naman OTEC (Ocean Thermal Energi Conversion).
  2. Turis asing pergi ke Indonesia untuk berjemur, mereka memanfaatkan begitu nikmatnya cahaya matahari indonesia yang dilintasi garis katulistiwa, mungkin sebagian kecil energi tatasurya ini sudah dimanfaatkan tetapi belum begitu optimal untuk kehidupan sehari-hari. Ini video bisa jadi prototipe hidup dimasa yang akan datang tentang bagaimana pentingnya sumber energi listrk cahaya matahari (menit ke 1:54).
  3. Angin di negara kita sangat kencang, begitu banyak perahu yang terbang dan rumah-rumah terbang karena disapu oleh angin yang belum dimanfaatkan oleh kita (mungkin dia marah ga dimanfaatkan). Bahkan menurut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Marzan Aziz, potensi mencapai 900 megawatt.
  4. Sampah merupakan “masalah” bagi mereka yang menjadi masalah, tetapi bagi PLN seharusnya menjadi peluang untuk menjadi problem solving dari permasalahan tersebut dengan pembuatan pembangkit listrik tenaga sampah. Deputi IV Bidang Pengelolahan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Sampah, “Berat timbunan sampah di Indonesia secara nasional mencapai 200 ribu ton per hari atau setara dengan 73 juta ton per tahun”.
  5. Dan buaaanyak potensi lain yang menjadi sumber energi alternatif lain yang mana bisa mengurangi ketergantungan PLN dari bahan bakar minyak sekarang ini.

Diakhir tulisan ini, ada sedikit cerita lucu (mungkin) dari beberapa pentolan dunia yang merasa berjasa akan kemajuan teknologi dan dunia ini.
Mark Zuckerberg (Facebook): Kalau tidak ada gue, lo ga bisa neumin temen-temen lo dan ga bisa chating, saling sapa, tag foto, sharing moment dan lainnya.
Blake Aaron Ross (Browser Mozilla): Tapi kalau ga ada browser Facebook ga bisa ngapa-ngapaiin.
Bill Gate (Windows): Alah lo semua, kalau ga ada windows lo mau jalain itu semua dimana?
Charles Babbage (Penemu Komputer): Terus lo windows kan cuma sistem operasi, tanpa komputer lo apa?
Tukang Listrik: Rese lo semua, tanpa listrik lo semua ga ada apa-apanya…
* Semuanya terdiam

Iklan

One comment on “Listrik yang Terus Melejit

  1. Saya rasa setuju, kita harus gerak cepat sebelum orang/negara lain yang mengambil peluang ini. Kebutuhan energi dalam negeri kita sangat mendesak, mudah-mudahan dengan pemerintahan baru memberikan angin baru untuk PLN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s